“ KEWIRAUSAHAAN “ MEMBANGUN USAHA YANG DIMULAI DARI NOL HINGGA MENJADI SUKSES

“ KEWIRAUSAHAAN “

MEMBANGUN USAHA YANG DIMULAI DARI NOL HINGGA MENJADI SUKSES

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang

Di zaman sekarang ini dimana merupakan zaman yang semakin maju dan semakin berkembang pesat , sangat diperlukan usaha-usaha yang bisa mendatangkan keuntungan bagi orang yang membangun usaha tersebut. Karena di zaman sekarang ini semua kebutuhan manusia itu semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern. Sehingga sangat diperlukan pemikiran yang kreatif agar bisa mengikuti perkembangan zaman yang ada tersebut. Agar manusia tidak ketinggalan dan tetap bisa mengikuti seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi di dalam kehidupan manusia.

Membangun usaha merupakan suatu pilihan yang dapat diambil guna  tetap bisa mempertahankan diri dari perkembangan zaman yang terjadi saat ini dan agar tidak terbawa arus yang semakin global. Karena dengan membangun usaha sendiri, kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari pekerjaan yang mana di zaman sekarang ini mencari pekerjaan merupakan suatu hal yang sangat sulit. Karena banyaknya saingan-saingan yang ada dalam mencari pekerjaan yang sama. Dan bila kita tidak mampu bersaing, maka kita tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.

Dengan membangun usaha sendiri, kita justru bisa mempekerjakan orang lain. Sehingga orang bekerja untuk kita dan bukan kita lagi yang bekerja untuk mereka. Dan dengan membangun usaha sendiri kita sudah ikut serta dalam usaha untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada pada saat ini. Yang mana kita tahu bahwa jumlah pengangguran saat ini itu sangat banyak. Sehingga ada keinginan dalam diri untuk bisa mempekerjakan mereka pada usaha yang kita bangun. Karena dengan adanya kesempatan untuk membangun usaha, maka kita dapat mempekerjakan orang-orang yang tidak bekerja sehingga mereka bisa bekerja. Dan bila orang itu benar-benar mampu dan kompeten dalam bidang usaha yang kita bangun maka kita dapat mempekerjakan mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dan yang juga harus sesuai dengan bidang usaha yang kita bangun

Dengan usaha yang kita bangun, maka kita akan dapat menghasilkan sesuatu yang bisa berguna. Dan hal itu akan dapat mendatangkan kepuasan tersendiri dalam diri kita karena keberhasilan dari usaha yang kita bangun tersebut. Karena bila usaha yang kita bangun itu bisa berhasil, hal itu akan dapat mendatangkan kebanggan tersendiri di dalam diri.

Dan dengan hal itu akan membuat kita semakin bertekad kuat untuk bisa membangun usaha agar bisa bersaing di era yang semakin global dan semakin maju ini. Agar tidak terbawa arus globalisasi yang banyak terpengaruh oleh budaya barat. Sehingga dengan membangun usaha itu merupakan suatu alternatif pilihan yang bisa menguntungkan buat seseorang.

 

  1. Tujuan

Adapun tujuan yang terdapat dalam penelitian tentang orang yang sukses ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui tentang usaha yang dibangun
  2. Untuk mengetahui tentang bagaimana jalannya usaha yang dibangun
  3. Untuk mengetahui tentang cara-cara mengelola usaha yang dibangun
  4. Serta untuk mengetahui hal-hal lain yang berkaitan dengan usaha yang dibangun

 

 

  1. Manfaat

Dengan adanya penelitian tentang orang sukses ini adalah sebagai berikut :

  1. Dengan adanya penelitian ini, maka akan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan bidang usaha sehingga informasi itu bisa berguna bagi orang lain.
  2. Informasi yang diperoleh dari penelitian ini dapat dijadikan sumber data atau bahan pertimbangan untuk penelitian yang selanjutnya.
  3. Serta dapat mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan bidang-bidang usaha yang bersangkutan

 

 

 

BAB II

METODE DALAM MEMPEROLEH DATA

 

 

  1. Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek interview atau wawancara adalah :

  1. Subjek utama

v  Dalam hal ini subjek utama adalah pemilik usaha itu sendiri yaitu Bapak Ali Mustofa

  1. Subjek pendukung

v  Adapun subjek pendukungnya adalah pegawai dari usaha yang dibangun Bapak Ali Mustofa yaitu Saudara Leo Surodiono.

 

  1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan cara interview atau wawancara dan juga observasi. Dengan cara interview, peneliti dapat menggali semua informasi-informasi yang diperlukan. Bukan hanya sekedar apa yang diketahui dan dialami oleh seseorang atau subjek yang diteliti, tetapi termasuk juga apa yang tersembunyi jauh didalam diri subjek penelitian. Dan teknik interview atau wawancara yang dipakai dalam penelitian ini adalah interview langsung dengan subjek penelitian, yaitu dengan cara peneliti berhadapan langsung dengan subjek penelitian sehingga peneliti dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ingin peneliti ketahui yang berkaitan dengan tema penelitian yang peneliti lakukan. Dengan teknik ini peneliti berharap dapat memperoleh jawaban-jawaban yang diinginkan langsung dari subjek penelitian.

Selain menggunakan teknik interview atau wawancara, peneliti juga menggunakan teknik observasi agar dapat memperoleh data-data tambahan dalam memperoleh informasi penelitian. Observasi ini dilakukan selama terjadi proses interview dan juga setelah selesai. Hal ini memungkinkan peneliti memperoleh data melalui pengamatannya, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, intonasi suara, serta setting tempat dilakukannya interview atau wawancara dan juga observasi.

 

  1. Lokasi Memperoleh Data

Penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti datang langsung ke tempat usaha yang di bangun oleh Bapak Ali Mustofa. Alasan kenapa peneliti lebih memilih tempat untuk proses interview di situ adalah karena dengan melakukan proses interview dan observasi di tempat usaha yang dibangun, peneliti lebih mudah untuk memperoleh gambaran tentang usaha yang dibangun oleh Bapak Ali Mustofa. Sehingga dengan begitu peneliti lebih mudah untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

 

  1. Hasil Wawancara

Proses interview atau wawancara dilakukan sebanyak dua kali. Yang pertama yaitu dengan subjek utama ( pemilik usaha ) dan yang kedua dengan subjek pendukung ( pegawai bengkel ).

Dan berdasarkan interview atau wawancara yang telah dilakukan dapat didapatkan hasil sebagai berikut :

  1. Hasil interview subjek utama ( pemilik usaha )
  • Menurut subjek, membangun usaha merupakan suatu hal yang sangt ia inginkan sejak dulu. Hal ini karena ia ingin mewujudkan mimpinya untuk bisa maju dan berhasil dengan bidang usaha yang ia tekuni dan ia bangun dengan kemampuan dan kerja kerasnya sendiri. Sehingga dengan begitu akan mendatangkan kebanggaan tersendiri buat dirinya. Dan dengan kemauan dan tekad yang kuat, ia yakin bahwa ia bisa berhasil mewujudkan keinginannya tersebut agar bisa berhasil.
  • Pada awalnya subjek hanya coba-coba dengan bidang usaha yang akan ia bangun. Karena subjek sangat senang dan menyukai hal-hal yang berhubungan dengan dunia otomotif, dunia motor dan dunia mesin. Sehingga hal ini membuat subjek berkeinginan untuk mendirikan sebuah bengkel.
  • Menurut subjek, pada saat baru pertama kali membuka usaha yaitu sebuah bengkel, subjek hanya bekerja seorang diri. Ia bekerja keras setiap hari dalam bekerja. Pada mulanya ia memulai membangun usaha dengan mengumpulkan uang guna membangun tempatnya, kemudian guna membeli peralatan bengkel dan hal-hal lain yang diperlukan. Setelah semua yang ia perlukan untuk membangun sebuah bengkel itu tercukupi, ia mulai membangun sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat usaha bengkel. Setelah pembangunan tempat selesai, subjek mulai membeli peralatan bengkel yang ia perlukan dan termasuk juga onderdil motor yang dibutuhkan. Dan setelah semua hal-hal yang ia perlukan itu dirasa cukup, subjek mulai bekerja di bengkel yang ia dirikan tersebut.
  • Saat bengkelnya itu baru berdiri, subjek bekerja seorang diri di bengkel tersebut karena subjek belum memiliki pegawai atau karyawan yang bisa membantunya untuk mengurusi bengkel. Menurut subjek, saat bengkelnya itu baru dibuka, subjek belum memiliki pelanggan yang biasa ke bengkelnya. Menurutnya, yang datang hanya orang yang ingin menambah angin roda bannya atau kalau tidak ingin ganti oli dan atau bahkan hanya sekedar untuk tambal ban. Tapi bagi subjek itun semua merupakan suatu proses yang harus ia jalani agar bisa berhasil.
  • Setelah beberapa bulan bengkelnya itu berdiri, subjek mulai mendapatkan pelanggan tetap yang biasa datang ke bengkelnya. Dan menurut subjek karena semakin banyak yang datang ia juga semakin kewalahan untuk mengurusi seorang diri bengkelnya itu. Kemudian subjek mulai mempekerjakan orang-orang yang benar-benar ahli dan kompeten atau orang yang mengerti tentang hal-hal perbengkelan dan mesin.
  • Menurut subjek, semakin lama bengkelnya itu semakin ramai, sehingga subjek juga mulai memiliki banyak pelanggan. Dengan semakin banyaknya pelanggan, subjek juga memerlukan tenaga tambahan untuk bekerja di bengkelnya.  Dan menurut subjek, sekarang ia sudah memiliki 7 orang pegawai di bengkel. Yang mana semua pegawainya itu merupakan orang-orang yang ahli dibidang mesin. Sehingga sekarang subjek tidak ikut turun tangan untuk menangani masalah bengkel, ia cukup menyerahkan semuanya kepada pegawainya dan ia hanya mengawasi dan menyediakan semua kebutuhan bengkel yang diperlukan. Dimana para pegawainya itu bekerja di bengkel dari pagi hingga malam, yaitu dari jam 08.00 – 17.00 wib. Itu merupakan jam normal mereka bekerja. Dan bila ada pekerjaan yang harus cepat selesai, maka mereka akan bakerja lembur di bengkel sampai jam 21.00 atau jam 22.00 wib. Agar semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Dan bila mereka bekerja lembur di bengkel, maka mereka juga akan mendapatkan tambahan gaji sebagai hasil dari kerja lembur yang mereka lakukan.
  • Menurut subjek, saat ini bengkelnya juga merupakan bengkel modifikasi motor. Sehingga semakin hari bengkelnya itu semakin ramai dengan orang yang ingin memodifikasi motor atau pun mobilnya.
  • Karena usaha bengkelnya itu semakin pesat, maka subjek menyerahkan tanggung jawab usaha bengkelnya itu kepada anak perempuannya yang pertama untuk mengurusi dan memantau keadaan bengkel. Karena akan mengurusi usahanya yang lain, yaitu usaha warnet dan juga counter HP.
  • Menurut subjek, setiap bulan usaha yang ia dirikan itu dapat menghasilkan untung yang besar kepada subjek. Sehingga subjek dapat memenuhi semua kebutuhan dari usaha-usahanya tersebut dan juga cukup untuk membayar gaji para pegawainya. Dan menurut subjek, ia sangat bersyukur atas apa yang ia dapat saat ini. Karena menurutnya keberhasilannya dalam membangun usaha itu merupakan buah dari semangat, kemauan, tekad dan kerja keras yang subjek lakukan hingga ia bisa menjadi seperti sekarang ini.
  • Subjek merupakan salah satu dari pegawai bengkel yang didirikan oleh Pak Ali. Dan di bengkel tersebut subjek bekerja di bagian mengecat atau menggrafis motor yang dimodifikasi. Tapi kadang subjek juga membantu di bagian yang lainnya. Karena ia juga sangat mengerti dan pahaqm tentang mesin dan perbengkelan.
  • Menurut subjek, Pak Ali atau bosnya itu merupakan seorang sosok bos yang sangat ramah dan menghargai pegawainya. Ia juga tidak segan-segan untuk memberikan contoh kepada pegawainya bila pegawainya itu melakukan kesalahan. Sehingga pegawainya itu bisa memperbaiki kesalahan dan ia juga tidak pernah marah kepada pegawainya. Karena menurut subjek bosnya itu adalah orang yang pengertian, tidak pemarah dan tekun dalam bekerja.
  • Hal ini membuat para pegawai di bengkel sangat menghargai dan patuh kepada Pak Ali atau bosnya. Dan menurut subjek ia juga dapat belajar banyak dari bimbingan dan arahan dari Pak Ali sebagai bos dan juga sebagai orang yang lebih ahli dibidang perbengkelan. Dan menurut subjek, Pak Ali itu tidak pernah mempermasalahkan tentang bagaimana pegawainya itu mengerjakan suatu pekerjaan asalkan pekerjaan itu dapat selesai tepat waktu. Sehingga dengan begitu pelanggan akan merasa puas dengan hasil kerja mereka.
  • Dan menurut subjek, ia sangat senang bisa bekerja dan memiliki bos seperti Pak Ali yang sangat tekun, pekerja keras, disiplin dan penuh tanggung jawab terhadap semua hal terlebih lagi urusan bengkel. Dan hal inilah yang menurut subjek, bisa membuat Pak Ali menjadi sukses dan berhasil seperti sekarang ini. Dengan usaha-usaha yang saat ini telah banyak di buka oleh Pak Ali, ia akan menjadi orang yang semakin sukses. Menurut subjek usaha-usaha yang di miliki Pak Ali seperti usaha bengkel yang semakin hari semakin ramai, juga usaha warnet dan usaha counter HP. Yang mana kesemua usaha itu sangat ramai. Sehingga beliau bisa menggaji para pegawainya dengan besarnya gaji yang sesuai dengan kemampuan dan besarnya tanggung jawab pekerjaan yang dilakukan.
  1. Hasil interview subjek kedua ( subjek pendukung )
  1. Hasil Observasi

Proses interview atau wawancara dilakukan di tempat usaha milik subjek penelitian, yaitu di bengkel miliknya. Dan berdasarkan observasi dapat diketahui bahwa, usaha bengkel yang dimiliki subjek itu tergolong cukup besar. Hal ini dapt diketahui dari ukuran bengkel yang didirikan. Dimana ukuran bangunan bengkel, yaitu 8 x10 m yang mana bangunan ini merupakan bangunan utama dari bengkel yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan peralatan bengkel, onderdil motor dan semua perlengkapan bengkel. Dan disamping bangunan utama, terdapat bangunan lagi, yang mana bangunan itu lebih kecil yang berukuran kira-kira 3 x 4 m. Dan tempat itu digunakan sebagai tempat untuk mengecat atau menggrafis bodi motor yang akan dimodifikasi.

Selama peneliti melakukan interview dan sekaligus observasi, saat itu situasi di bengkel cukup ramai. Hal ini karena saat itu masih siang, sehingga banyak pelanggan yang datang ke bengkel. Dan saat itu ada beberapa orang yang ingin memodifikasi motornya. Sehingga para pegawai subjek sangat sibuk bekerja dengan bagian-bagiannya masing-masing.

Dan selama proses interview atau wawancara berlangsung, subjek sangat bisa untuk diajak bekerja sama. Sehingga subjek tidak mengalami kesulitan dalam menggali informasi yang diperlukan. Ditambah lagi selama proses interview dan observasi berlangsung, subjek tidak menyulitkan peneliti. Subjek memberikan keterbukaan kepada peneliti untuk bertanya tentang hal-hal yang ingin diketahui. Oleh karena itu, peneliti tidak merasa sungkan atau kagok dalm bertanya. Dan setiap pertanyaan yang peneliti sampaikan, subjek selalu menjawab pertanyaan peneliti dengan jelas. Sehingga hal ini sangat memudahkan peneliti dalam bertanya dan menggali informasi.

Saat proses interview berlangsung, situasinya sangat santai karena dilakukan sambil duduk-duduk di kursi yang ada di bagian pinggir bengkel sambil mengamati pegawai bengkel yang sedang bekerja. Selain itu, proses interview ini juga sangat menyenangkan karena dalam menjawab pertanyaan subjek sambil tersenyum dan tertawa dan kadang juga sambil bercanda. Sehingga terjalin suasana yang akrab dan menyenangkan antara peneliti dan subjek. Dan kadang saat menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan bengkel, subjek menjawabnya sambil tangannya itu ikut bergerak menunjukkan sesuatu. Sehingga hal ini lebih memudahkan peneliti.Sejauh proses ini berlangsung, subjek termasuk orang yang bisa diajak bekerja sama dan cukup menyenangkan.

 

 


BAB IV

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam merintis suatu usaha itu bisa dimulai dari nol. Sehingga dengan begitu akan dapat mengerti, memahami dan merasakan pahit manisnya membangun suatu usaha hingga usaha itu bisa berkembang, bisa maju dan pada akhirnya bisa sukses atau berhasil.Dalam membangun suatu usaha itu sangat diperlukan kemauan, semangat, tekad dan kerja keras yang tinggi sehingga usaha yang diinginkan itu bisa terwujud dan berhasil.

Dalam hal ini, subjek bisa berhasil dalam membangun usaha karena subjek memiliki keinginan yang kuat untuk bisa berhasil. Selain itu subjek juga memiliki tekad, kemauan dan semangat untuk mengembangkan usaha bengkelnya sehingga bisa berhasil seperti sekarang ini. Dan dengan kerja keras yang subjek lakukan selama ini, itu semua telah membuahkan hasil berupa keberhasilannya dalam membangun dan mengembangkan usaha yang subjek dirikan dari bawah.

Berkat semua kerja keras yang telah subjek lakukan selama ini, itu semua telah membuahkan hasil berupa sebuah kesuksesan dalam membangun usaha. Sehingga saat ini, subjek tidak hanya memiliki satu bidang usaha bengkel saja, tetapi subjek juga memiliki usaha lain, yaitu usaha warnet dan juga counter HP.

 

  1. Saran

Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah kita harus tetap berusaha dan bekerja keras bila kita memang memiliki keinginan yang ingin kita wujudkan. Dengan itu semua maka kita akan dapat berhasil dan sukses.

Dan yang pasti tetap semangat dalam berusaha dan bekerja tanpa kenal putus asa atau menyerah apapun masalah yang dihadapi. Karena dengan semangat dan kemauan serta kerja keras yang tinggi maka segala masalah atau halangan yang merintangi jalan kita untuk bisa mencapai kesuksesan atau keberhasilan itu akan dapat di atasi dengan mudah. Asalkan tetap berpegang teguh pada apa yang memang menjadi keyakinan di dalam diri. Karena segala sesuatunya itu pasti ada jalan keluarnya bila kita sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Maka tetap semangat dan tetap berjuang demi apa yang memang kita inginkan. Sehingga dengan begitu kita akan dapat berhasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: