Optimalisai Hasil Belajar Matematika Melalui Pemanfaatan Metode Perhitungan Cepat”.

Optimalisai Hasil Belajar Matematika Melalui Pemanfaatan Metode Perhitungan Cepat”.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.(UU RI No.20,Tahun 2003)

Matematika salah satu mata pelajaran yang memberikan kontribusi positif tercapainya masyarakat yang cerdas dan bermartabat melalui sikap kritis dan berfikir logis. Matematika diajarkan bukan hanya untuk mengetahui dan memahami apa yang terkandung dalam matematika sendiri, tetapi matematika diajarkan pada dasarnya bertujuan untuk membantu, melatih pola fakir siswa agar dapat memecahkan masalah dengan kritis, logis, cermat dan tepat. Disamping itu agar siswa terbentuk kepribadiannya serta menggunakan dalam kehidupan sehari – hari.

Permasalahan dalam pembelajaran matematika antara lain factor guru.Guru menjadi kunci keberasilan dalam misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah selain bertanggungjawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kondusif yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan di kelas.

Kondisi di lapangan saat ini menjukan bahwa masih banyaknya guru yang menggunakan cara pendekatan konfensional yang tidak efektif dan menimbulkan kejenuhan dalam kelas, serta pendekatan keterampilan dengan pembelajaran teoritis. Hal ini menjadi sebab rendahnya prestasi belajar siswa karena tidak adanya pembelajaran siswa aktif dalam kelas. Maka guru dituntut untuk lebih professional, inofatif, dan proaktif dalam melaksanakan pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menarik siswa agar lebih aktif.

Gambaran permasalahan tersebut menunjukan bahwa perlunya bagi guru untuk mengadakan pembaharuan pendidikan khususnya dalam metode pembelajaran guna meningkatkan keaktifan siswa sehingga siswa dapat memahami konsep matematika dengan baik. Salah satu pembaharuan dalam metode pembelajaran yang dicoba untuk ditawarkan yaitu dengan mengubah pola – pola pembelajaran lama dengan pola pembelajaran yang baru yang nilainya lebih efektif dan bermakna bagi siswa yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran menggunakan metode perhitungan cepat.

Metode perhitungan cepat merupakan sebuah metode yang dapat mempermudah seseorang untuk menghitung cepat. Dengan adanya metode ini seseorang dapat menggunakan waktu dengan efisien dan lebih praktis. Saat ini sangat dibutuhkan terutama dalam perkembangan pendidikan yang kini berlomba – lomba menghadirkan suatu yang inovatif yang menjadi incaran para pelajar. Dalam perhitungan cepat ini akan membuat siswa lebih kreatif dalam melaksakan suatu perhitungan.

Banyak manfaat dari belajar berhitung cepat. Salah satu manfaat penting agar menjadi lebih kreatif. Orang yang lebih banyak koleksi berhitung cepat akan selalu terbuka pada ide – ide kreatif baru. Tokoh – tokoh besar dunia banyak yang menggemari permainan berhitung cepat.

Gauss, tokoh besar matematika terkenal sebagai orang yang mengatakan “Mathematic is queen of science and queen of mathematic is arithmetic” yang artinya  Matematika adalah ratu ilmu pengetahuan dan ratu matematika adalah aritmetika.

Berdasarkan uraian di atas tentang permasalahan dalam pembelajaran matematika, penulis menyimpulkan bahwa metode perhitungan cepat merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan hasil belajar matematika siswa SD Negeri 3 Sragen.

  1. Identifikasi Masalah

Dari masalah yang kami uraikan diatas maka kami dapat memberikan identifikasi masalah sebagai berikut :

  1. Pengaruh penggunaan metode perhitungan cepat dalam mengoptimalisaikan hasil belajar matematika di SD Negeri 3 Sragen.
  2. Pertandingan hasil belajar siswa yang menggunakan metode perhitunngan cepat dengan siswa yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat dengan siswa yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat.
  3. Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan metode perhitungan cepat.
  1. Pembatasan Masalah

Disebabkan karena terbatasnya waktu dan kemampuan dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah sebagai berikut :

  1. Metode perhitungan cepat sangat mempunyai pengaruh yang besar dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika di SD Negeri 3 Sragen.
  2. Pertandingan hasil belajar siswa yang menggunakan metode perhitungan cepat dengan yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat.
  3. Dampak dari penggunaan metode perhitungan cepat
  1. Perumusan Masalah

Dari batasan masalah diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah pengaruh metode perhitungan cepat dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika?
  2. Bagaimanakah hasil perbandingan siswa yang menggunakan metode perhitungan cepat dengan siswa yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat?
  3. Bagaimanakah dampak dari penggunaan metode perhitungan cepat dari penggunaan metode perhitungan cepat?
  1. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah yang telah penulis kemukakan diatas ada tujuan yang hendak dicapai :

  1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh  metode perhitungan cepat dalam mengoptimalisaikan hasil belajar matematika.
  2. Untuk mengetahui bagaimana hasil Perbandingan belajar siswa yang menggunakan metode perhitungan cepat dengan yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat.
  3. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari  penggunaan metode perhitungan cepat
  1. Manfaat Penelitian
  1. Manfaat teoritis

Penelitian ini mempermudah siswa untuk menghitung matematika dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika.

  1. Manfaat praktis

Penyusunan program penulisan ini bermanfaat bagi :

  1. Siswa

Siswa lebih mudah dalam mengoptimalisasikan belajar matematika.

  1. Guru

Mampermudah guru dalam mengajar matematika.

BAB II

LANDASAN TEORITIS

 

 

  1. A.    TINJAUAN PUSTAKA
    1. 1.      Pengertian Matematika

Pengertian matematika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh tim

penyusun kamus Pusat Pembinaan dan Perkembangan Bahasa disebutkan bahwa

Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan

prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan.

1)   Dalam buku Metodek Matematika, yang diterbitkan oleh Bagian Proyek Pengembangan Mutu Pendidikan Guru Agama Islam disebutkan bahwa matematika merupakan suatu pengetahuan yang di peroleh melalui belajar baik yang berkenaan dengan jumlah, ukuran-ukuran, perhitungan dan sebagainya yang dinyatakan dengan angka-angka atau simbol- simbol tertentu.

2)    Berdasarkan beberapa pengertian yang telah dikemukakan diatas dapatlahdisimpulkan bahwa Matematika merupakan suatu ilmu yang mempelajari jumlahyang diketahui melalui proses perhitungan dan pengukuran yangdinyatakan dengan angka-angka atau simbol-simbol.

Matematika memiliki cakupan yang lebih luas, perhitungan cepat merupakan salah satu di dalamnya. Dari berbagai bidang studi yang diajarkan disekolah,  matematika merupakan bidang studi yang dianggap paling sulit oleh para siswa, baik yang tidak berkesulitan belajar dan lebih- lebih yang mempunyai kesulitan dalam belajarnya.

Menurut Johnson dan Myklebust (1967:244), Matematika adalah simbolis

yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan kuantitatif dan keruangan yaitu menunjukan kemampuan strategi dalam merumuskan, menafsirkan dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah, sedangkan fungsi teoritis perhitungan cepat untuk memudahkan berfikir.

Menurut Paling, matematika adalah suatu cara untuk menemukan suatu jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia, suatu cara menggunakan pengetahuan tentang menghitung dan yang paling penting adalah memikirkan dalam manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan- hubungan.Berdasarkan pendapat Paling tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menemukan jawaban atas tiap masalah yang dihadapinya, manusia menggunakan:

  1. Informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi
  2. Pengetahuan tentang bilangan, bentuk dan ukuran
  3. Kemampuan untuk menghitung
  4. kemampuan untuk mengingat dan menggunakan hubunganhubungan

Dari berbagai pendapat tentang hakikat matematika yang telah dikemukakan menunjukkan bahwa secara kontemporer pandangan tentang hakikat matematika lebih ditekankan pada metodenya dari pada pokok persoalanmatematika itu sendiri.

  1. 2.       Pengajaran Matematika di SD Negeri 3 Sragen

Pengajaran matematika adalah proses membantu siswa mempelajari matematika dengan menggunakan perencanaan yang tepat, mewujudkannya sesuai kondisi yang tepat pula sehingga tercapai hasil yang memuaskan. Hasil tersebut merupakan tujuan yang telah dirumuskan yang merupakan akibat dari interaksi antara guru yang mengajar dan murid yang belajar matematika. Untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika secara tuntas guru harus bisa merencanakan pembelajaran dengan tepat, mewujudkannya dalam kondisi yang tepat, metode mengajar yang tepat, serta didukung oleh media pembelajaran yang tepat pula.Dalam hal ini penulis mengkhususkan penelitian dalam metode mengajar matematika menggunakan metode perhitungan cepat untuk menyelesaikan soal-soal matematika.

Dengan demikian, metode ini hanya memerlukan kemampuan menghitung dari satu sampai sebelas, meniadakan pembagian panjang, dan menghilangkan daftar perkalian yang rumit.berdasarkan sebuah kunci yang sederhana, metode ini mudah dikuasai dan membawa serta keuntungan berupa kecepatan lebih besar, kemudahan dalam menangani bilangan, dan ketepatan yang makin meningkat. Secara khusus, pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam

pembelajaran matematika. Masalah tak harus tertutup atau mempunyai solusi tunggal, tetapi dapat terbuka atau dicoba diselesaikan dengan berbagai cara misalnya dengan menggunakan metode perhitungan cepat dapat mengoptimalisasikan hasil belajar matematika.dan perlu diketahui penulis berharap mengetahui hasil perbandingan siwa yang menggunakan metode perhitungan cepat dan siswa yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat di SD Negeri 3 Sragen.

Masalah matematika dapat diklasifikasikan kedalam dua jenis, yaitu:

  1. Soal mencari (Problem to find), yaitu mencari, menentukan atau mendapatkan nilai atau objek tertentu yang tidak diketahui dalam soal dan memberi kondisi atau syarat yang sesuai dengan soal. Objek yang ditanyakan atau dicari , syarat- syarat yang memenuhi soal, data atau informasi yang diberikan merupakan bagian terpenting atau pokok dari sebuah soal mencari dan harus dipahami serta dikenali dengan baik pada saat awal memecahkan masalah.
  2. Soal membuktikan (problem to prove), yaitu prosedur untuk menentukan apakah suatu pernyataan benar atau tidak benar. Soal membuktikan terdiri atas bagian hipotesis dan kesimpulan. Pembuktian dilakukan dengan membuat atau memproses pernyataan yang logis dari hipotesis menuju kesimpulan, sedangkan untuk membuktikan bahwa suatu pernyataan tidak benar cukup diberikan contoh penyangkalnya sehingga pernyataan tersebut menjadi tidak benar.

Berbagai ketrampilan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan soal matematika :

  1. Memahami soal: memahami dan mengidentifikasi apa fakta atau informasi yang diberikan, apa yang ditanyakan, diminta untuk dicari atau dibuktikan.
  2.  Memilih pendekatan atau strategi pemecahan. Misalnya,memberikan soal dibuktikan  dengan rumus yang relevan.
  3. Menyelesaikan model: melakukan operasi hitung secara benar dalam menerapkan strategi untuk mendapatkan solusi dan masalah.
  4. Menafsirkan solusi: memperkirakan dan memeriksa kebenaran jawaban, masuk akalnya jawaban, dan apakah memberikan pemecahan terhadap masalah semula.

Dalam penerapan mengajar matematika, guru dapat mengkombinasikan berbagai strategi belajar mengajar di dalam kelas, seperti:

  1. Ekspositori dan ceramah, yaitu suatu metode mengajar dalam penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa. Metode ini tidak efektif sehingga perlu diimbangi dengan bentuk kegiatan lainnya.
  2. Penyelidikan atau penemuan sendiri (inquiry), melatih peserta didik untuk menemukan konsep dan menyelesaikan sendiri
  3. Pengelolaan peserta didik, kerja perseorangan mendorong peserta didik untuk belajar sendiri, kelompok kecil dapat dilakukan dengan bekerja secara bersama- sama.
  4. Penugasan, misalnya memberi tugas kepada peserta didik untuk mencari sumber informasi keperpustakaan, memproduksi sumber belajar sendiri, menerapkan sistem kelompok kerja peserta didik dan menata bentuk kelas yang sesuai.
  5. Permainan, yaitu mengenalkan atau menggunakan konsep matematika melalui berbagai bentuk permainan.(7).Metode ini digunakan agar siswa SD Negeri 3 Sragen  dalam belajar tidak mengalami kejenuhan dan kesulitan.Setiap sekolah mempunyai ciri khas lingkungan belajar, kelompokpeserta didik, dan orang tua (sebagai anggota masyarakat) yang berbeda-beda.Untuk itu para guru diharapkan mengenali hal ini untuk bisa menetapkan strategi atau metode pembelajaran, organisasi kelas, dan pemanfaatan sumber belajar yang efektif.
  1. 3.      Pengertian Belajar dan Kesulitan Belajar

Adabeberapa teori yang mengungkapkan pengertian belajar dengan meninjau dari bermacam-macam sudut,diantaranya menurut Moh. Uzer Usman dan Lilis Setiawati mengemukakan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia. Perubahan yang terjadi karena belajar dapat berupa perubahan dalam kebiasaan, kecakapan atau dalam ketiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.

Cronbach berpendapat bahwa Learning is shown by change in behavior, as a result of experience. Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

Menurut Dr. Slameto, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan Sadirman dalam bukunya mengemukakan tentang pengertianbelajar adalah berubah. Dalam hal ini yang dimaksud belajar adalah usaha merubah segala aspek organisme dan tingkah laku seseorang.

Dari beberapa pendapat oleh para ahli tentang pengertian belajar yang telah dikemukakan diatas dapat dipahami bahwa belajar merupakan suatu kegiatan atau aktifitas seseorang melalui proses pendidikan dan latihan,sehingga menimbulkan terjadinya beberapa perubahan dan perkembangan pada dirinya baik pengetahuan, tingkah laku, dan keterampilan untuk menuju kearah yang lebih baik.Dalam proses belajar mengajar disekolah, baik Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, maupun Perguruan Tinggi sering kali ada dijumpai beberapa siswa/mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar pengetahuan, tingkah laku, dan keterampilan untuk menuju kearah yang lebih baik.

  1. B.     Hasil Penelitian yang Relevan

Hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Kadir (2005) menyimpulkanbahwa melalui penggunaan metode perhitungan cepat,hasil belajar matematika siswa SD Negeri 32 Jakarta.Poasia Kota Kendari dapat ditingkatkan. Dari hasil penelitiannya juga tergambar adanya peningkatan minat dan motivasibelajar siswa setelah siswa di ajar dengan menggunakan metode perhitungan cepat dan hasilnya sangat tidak mengecewakan.Hasil penelitian Ahmad Fauzan (2001) tentang pengembangan dan implementasi protype I dan II perangkat pembelajaran geometri untuk siswa  SD berdasarkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) diperoleh hasil bahwa pada tahap awal penelitian ditemukan banyak kendala seperti siswa mengalami kesulitan untuk memahami contextual problem, tidak terbiasa bekerja berkelompok, sangat tergantung kepada guru, tidak aktif dan kreatif seperti menggunakan metode- metode tertentu, sangat lemah dalam penalaran dan penguasaankonsep-konsep yang sudah dipelajari, hanya tertarik pada hasiL akhir dan mengabaikan proses untuk menemukan jawaban. Setelah dilakukan beberapa usaha diperoleh bebarapa perubahan positif pada siswa. Usaha dimaksud adalah: mengadakan diskusi sebelum siswa memecahkan contextual problem, membuat catatan-catatan pada buku latihan siswa, dan tidak memberi nilai maksimal kepada siswa yang tidak memberi alasan untuk jawabannya. Beberapa perubahan positif yang didapat adalah siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, kemampuan siswa dalam memahami soal cerita semakin baik, beberapa siswa menunjukkan kemajuan yang baik dalam penalaran, dan hasil postes lebih baik daripada hasil pretes pada semua kelompok siswa yang diteliti.

  1. C.    Kerangka Berpikir

Penelitian ini membantu para siswa, guru, dan masyarakat luas untuk menghitung angka-angka yang sulit dengan cara yang sederhana dan cepat. Tanpa menggunakan alat bantu seperti kalkulator atau alat mesin.dari pengalaman penulissebagai peneliti SD Negeri 3 Sragen,sangat yakin dengan penerapan menghitung cepat menjadi penghitung yang terampil.Penerapan perhitungan cepat matematika  merupakan suatu penerapan rumus yang digunakan dalam pembelajaran matematika sekolah dasar yang dilaksanakan dengan tepat, mudah dan cepat.dan pengalaman siswa sebagai titik awal penerapan melalui metode perhitungan cepat matematida sekolah dasar.  Soal-soal matematika yang digunakan sebagai gambaran siswa diberikan dalam bentuk angka-angka, masalnya :(16 +13 =…).Soal yang disusun dalam bentuk angka tersebut tersebut memungkinkan siswa menggunakan daya imajinasi dan kecerdasannya serta ide dan nalarnya untuk mengemukkakan berbagai alternatif pemecahan soal-soal tersebut. Jika siswa dibina dengan membiasakannya menyelesaikan soal-soal seperti ini, di mana siswa merasakan manfaat matematika dalam penerapan menyelesaikan soal-soal. maka tentu kemampan nalar, ide dan kreativitasnya dalam pembelajaran akan meningkat. Meningkatnya aktifitas dan kreativitas siswa dalam pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil yang diperoleh siswa berupa perubahan kemampuan matematika siswa sebagai akibat dari proses interaksi siswa dengan dengan metode-metode, hal ini disebut hasil belajar matematika siswa. Artinya, semakin baik pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran matematika realistik akan semakin meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

  1. D.    Hipotesis

Berdasarkan landasan  teori, hasil penelitian yang relevan, dan kerangka berpikir di atas, dirumuskan hipotesis tindakan dalam penelitian ini sebagai
berikut: “Dengan menggunakan metode perhitungan cepat matematika di SD Negeri 3 Sragen dalam menyelesaikan soal matematika berbentuk angka-angka pada perkalian, pembagian, dan penjumlahan serta pengurangan akan dapat ditingkatkan”.

Bab III

 

METODOLOGI PENELITIAN

 

A. Subyek Penelitian

B. Variable Penelitian

C. Rancangan Penelitian

D. Metodologi Pengumpulan Data

Kami mendapatkan data – data megenai pengaruh metode perhitungan cepat dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika di SD Negeri 3 Sragen melalui berbagai metode, antara lain :

  1. Metode Observasi

Kami mengamati siswa kelas 6 yang menggunakan metode perhitungan cepat dalam mengoptimalisasikan hasil belajar siswa tersebut.

  1. Metode Partisipasi

Disini kami akan memberikan pengetahuan mengenai berbagai cara menggunakan metode perhitungan cepat pada siswa.

  1. Metode Komparatif

Kami membandingkan siswa yang menggunakan metode perhitungan cepat dengan siswa yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat.

  1. Cara Memperoleh Data

Kami dapat memperoleh data dengan mengamati dan membandingkan secara langsung hasil belajar siswa yang menggunakan metode perhitungan cepat dengan siswa yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

A. Hasil Penelitian

Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan pengamatan terhadap siswa kelas 6 SD Negeri 3 Sragen. Hasil pengamatan dan observasi yang dilakukan ternyata nilai hasil belajar matematika di SD Negeri 3 Sragen belum maksimal terutama dalam hal menghitung. Dari berbagai tes yang dilakukan oleh sekolah sangat nyata dalam hal menghitung peserta didik masih kurang efektif dan memberikan hasil yang kurang maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa metode perhitungan yang dilakukan di Sekolah itu juga belum sepenuhnya maksimal. Dari penelitian kami memperoleh data sebagai berikut:

Tabel penelitian pemahaman siswa kelas 6 SD Negeri 3 Sragen terhadap metode perhitungan cepat dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika.

a. Sebelum menggunakan metode perhitungan cepat

No NAMA NILAI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

b. Setelah menggunakan metode perhitungan cepat.

No NAMA NILAI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

B. Pembahasan

Berdasarkan penelitian diperoleh informasi bahwa metode perhitungan cepat yang dilakukan peserta didik kelas 6 SD Negeri 3 Sragen sangat berpengaruh dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika. Dari hasil perbandingan yang diperoleh sangat menunjukkan data yang mencolok antara peserta didk yang tidak menggunakan metode perhitungan cepat dengan peserta didik yang menggunakan metode perhitungan cepat. Hal itu menyatakan bahwa metode perhitungan cepat sangat membantu dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika peserta didik kelas 6 SD Negeri 3 Sragen.

Metode perhitungan cepat merupakan salah satu cara untuk mempelajari matematika secara mudah. Metode ini juga mempunyai pengaruh terhadap peserta didik dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika. Peserta didik akan menganggap metode perhitungan cepat adalah salah satu metode untuk menyelesaikan suatu soal agar menjadi lebih mudah atau lebih singkat disbanding dengan cara yang sesuai konsep. Untuk mandapatkan pemahaman ilmu matematika yang lebih baik, guru harus mengubah cara belajar dari belajar pasif menjadi belajar aktif dan menerapkan metode perhitungan cepat dalam pembelajaran matematika. Sehingga pembelajaran matematika lebih menyenangkan dan dapat menarik minat belajar peserta didik dalam belajar metemetika agar prestasi peserta didik meningkat .

Perbandingan nilai peserta didik sebelum menggunakan metode perhitungan cepat dan setelah peserta  didik mengunakan metode perhitungan cepat dapat kita rasakan. Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran matematika kelas 6 SD Negeri 3 Sragen, kebanyakan tidak menerapkan metode perhitungan cepat. Akibatnya proses pembelajaran di kalas kurang bermakna. Hal ini menipiskan minat belajar peserta didik. Dampak dari miskinnya kebermaknaan dan minat belajar terungkap dengan rendahnya prestasi peserta didik khususnya pada pelajaran matematika. Sebelum metode perhitungan cepat diterapkan dalam pembelajaran matematika, peserta didik membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan suatu soal dan beberapa peserta didik nilainya dibawah standar. Sehingga matematika masih dianggap pelajaran yang sangat sulit dan membosankan, tetapi setelah metode perhitungan cepat diterapkan dalam pembelajaran matematika peserta didik dapat menghitung dengan cara cepat sehingga lebih memudahkan peserta didik, dan peserta didik tidak membutuhkan waktu yang lama bahkan beberapa peserta didik nilainya meningkat.

Penerapan metode perhitungan cepat dalam mengoptimalisasikan hasil belajar matematika juga mempunyai dampak pada peserta didik . Dengan metode ini peserta didik dapat mengetahui bagaimana menghitung matematika dengan cara cepat yang sebelumnya dianggap sebagai hal yang sulit, peserta didik juga dapat menggunakan waktu secara efektif dalam menghitung, dan metode ini mengurangi kesulitan dalam berhitung matematika, mempermudah menyelesaikan soal dalam waktu yang singkat, seperti mengerjakan soal UAN,soal SPMB, dan soal – soal yang memerlukan perhitungan cepat. Sehingga minat dan prestasi belajar peserta didik meningkat. Beberapa peserta didik nilainya diatas standar dan peserta didik menjadi generasi muda yang dapat menjunjung tinggi bangsa bahkan peserta didik dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

BAB V

PENUTUP

  1. Simpulan

Simpulan penelitian tentang “Optimalisai Hasil Belajar Matematika Melalui Pemanfaatan Metode Perhitungan Cepat”.

1. Metode perhitungan cepat dapat mempercepat peserta didik dalam menghitung.

2. Metode perhitungan cepat dapat memudahkan peserta didik dalam menghitung matematika

3. Peserta didik dapat menyelesaikan soal-soal yang memerlukan perhitungan cepat dengan waktu yang efektif.

4. Metode perhitungan cepat dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dalam belajar matematika sehingga peserta didik tidak phobia terhadap matematika.

5. Metode perhitungan cepat dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik sehingga peserta didik menjadi generasi muda yang dapat menjunjung tinggi bangsa dan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

  1. Saran

1. Penelitian tentang “Optimalisasi Hasil Belajar Matematika Melalui Pemanfaatan Metode Perhitungan Cepat” ini merupakan penelitian awal. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas dengan metode-metode yang lain, yang dapat mempermudah dalam mempelajari matematika.

DAFTAR PUSTAKA

 

Abu Ahmadi, Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar.Jakarta: PT. Rineka              Cipta.

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesi. Jakarta: Balai Pustaka.

Departemen Agama RI. 1982. Metodek Matematika, Bagian Proyek Peningkatan Mutu.Jakarta: Dirjen Binbaga Islam.

Departemen Agama RI. 2004. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Matematika Madrasah Aliyah. Jakarta : Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam.

Mulyono, Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.Jakarta:  Rineka Cipta

Nana, Sudjana.1998. Dasar- dasar Proses Belajar Mengajar Cet. IV. Bandung: Sinar baru Algesindo

Sadirman.1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar Pedoman Guru Dan Calon Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Slameto.1995. Belajar dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: