BELAJAR MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN KARTU HURUF BERWARNA

BELAJAR MEMBACA PERMULAAN

MENGGUNAKAN

KARTU HURUF BERWARNA

iv

KATA PENGANTAR

Asslamualaikum. Wr.Wb.

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidadyah serta inayah sehingga saya mampu menyelesaikan penulisan karya ilmiah ini.

Keberhasilan penulisan karya ilmiah ini tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Drs. M. Rohmadi selaku guru pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan.
  2. Masyarakat yang telah bersedia memberikan informasi kepada penulis untuk melengkapi penulisan karya ilmiah ini.
  3. Ayah dan Ibu saya atas segala pengorbanan baik moral maupun spiritual selama studi.
  4. Teman-teman saya atas segala bantuan dan dorongan semangatnya.
  5. Semua pihak yang telah membantu saya dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu namanya .

Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis menyadari masih ada kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki dan  tentu hasilnya masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun masih penulis harapkan.

Akhirnya saya hanya mengharapkan semoga Allah SWT dapat memberikan balasan atas segala bantuan yang telah diberikan kepada saya.

Wassalamu’alaikum.Wr. Wb.

   Surakarta, juni 2009

Penulis

v

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL                                                                                            ….     i

HALAMAN PENGESAHAN                                                                              ….    ii

HALAMAN MOTTO                                                                                           ….   iii

HALAMAN PESEMBAHAN                                                                              ….   iv

KATA PENGANTAR                                                                                          ….    v

DAFTAR ISI                                                                                                         ….   vi

HALAMAN ABSTRAK                                                                                      …. vii

BAB I     : PENDAHULUAN                                                                              ….    1

  1. Latar Belakang Masalah………………………………………………………..    1
  2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………    2
  3. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………..    3
  4. Sistematika ………………………………………………………………………….    4

BAB II    : PEMBAHASAN…………………………………………………………………………    5

  1. Hakekat Kemampuan Membaca………………………………………………..    5
  2. Hakekat Membaca…………………………………………………………………..    5
  3. Hakekat Membaca Permulaan…………………………………………………..    6
  4. Pengertian Tentang Kesulitan Belajar Membaca ……………………    6
  5. Tinjauan Tentang Kartu Huruf Berwarna……………………………………    7
  6. Jenis Kesulitan Membaca……………………………………………  8
  7. Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Membaca…………… 8
  8. Pemecahan Masalah…………………………………………………. 9

BAB III   : PENUTUP …………………………………………………………….. …12

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………….. … ..12
  2. Saran ………………………………………………………………… .12

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………….. 13

vi

ABSTRAK

Amin Akatdianto : A. 410080127 “ Belajar Membaca Permulaan Dengan Mengunakan Kartu Huruf Berwarna“ Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Juni 2009.

Kemampuan “ the three R’s”, yaitu Reading’s, Writing’s, and Aritmatic’s (membaca, menulis, dan berhitung) merupakan modalitas yang mutlak harus dimiliki setiap siswa dalam mempelajari dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan.

Membaca merupakan aktivitas kompleks yang mencakup fisik dan mental. Aktivitas fisik seperti gereakan mata , mulut, sedangkan aktivitas mental mencakup ingatan dan pemahaman. Orang dapat membaca baik jika bagus secara fisik maupun mentalnya.

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui:

  1. Apa yang dimaksud dengan kemampuan membaca ?
  2. Faktpr-faktor apa saja yang mempengaruhhi kesulitan belajar membaca ?
  3. Memberikan mesukan kepada guru, Kepala Sekolah, dan Ornag tua siswa dalam memecahkan masalah membaca permulaan.

Kata kunci : Membaca

 

vii

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Keberhasilan pendidikan membutuhkan usaha dan kerja keras secara bersama-sama dan terus menerus. Tanpa adanya kerja keras dan kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat dan negara, maka pendidikan tidak akan berhasil. Pada hakekatnya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara. Terutama untuk pendidikan dasar, pola asuh dan peran orang tua di rumah menentukan keberhasilan belajar siswa.

Kemampuan “ the three R’s”, yaitu Reading’s, Writing’s, and Aritmatic’s (membaca, menulis, dan berhitung) merupakan modalitas yang mutlak harus dimiliki setiap siswa dalam mempelajari dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Kemampuan 3 R yang tinggi akan mendukung sisewa untuk memepelajari dan menguasai berbagai bidang ilmu. Sebaliknya jika 3 R rendah, maka akan menghambat siswa dalam mempelajari dan menguasai berbagai bidang ilmu.

Terkadang kita menemui siswa yang masih kesulitan membaca, misalnya dalam membedakan huruf ‘b’ dan ‘d’,  ‘a’ dan ‘e’, ‘p’ dan ‘d’. Terkait dari hal diatas mengacu dari pemikiran Wardani (ttg : 57) yang menyatakan jenis-jenis kesulitan dalam membaca yang salah satunya adlah siswa “ tidak dapat membedakan bentuk huruf  ‘b’,’h’  dan ‘k’, ‘d’ dan ‘p’, jika demikian maka anak tidak dapat membaca sesuai bunyinya”.

Selain itu terkait juga dengan pernyatan dari Mulyono Abdurrahman (1996 : 176) “ bahwa anak berkesulitan belajar membaca dan mengalami berbagai kesalahan dalam membaca sebagai berikut :

  1. Penghilangan kata atau huruf
  2. Penyelipan kata
  3. Penggantian kata
  4. Pengucapan kata salah dan makna berbeda

1

  1. Pengucapan kata salah tapi makna sama
  2. Pengucapan kata salah dan tidak bermakana
  3. Pengulangan
  4. Pembalikan kata
  5. Pembalikan huruf
  6. Kurang memperhatikan tanda baca
  7. Pembetulan sendiri
  8.  Ragu-ragu, dan
  9. Tersendat-sendat

Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, maka dibutuhkan alat peraga yang cocok. Salah satu alat yang dapat dipakai adalah Kartu Huruf Berwarna. Perbedaan warna dimaksud untuk membedakan huruf satu dengan huruf yang lain. Kartu huruf berwarna termasuk dalam golongan kartu berseri ( Flash Card ). Menurut Rose dan Roe (1990), kartu tersebut digunakan sebagai media dalam permainan menemukan kata. Siswa diajak bermain dengan menyusun huruf-huruf menjadi sebuah kata yang berdasarkan teka-teki atau soal-soal yang dibuat oleh guru. Titik berat latihan menyusun huruf ini adalah ketrampilan mengeja suatu kata.

Menurut Mackey ( dalam Rofi’uddin, 2003 : 44 ) guru dapat menggunakan strategi permainan membaca misalnya cocokkan kartu itu, ucapkan kata itu, temukan kata itu, kontes ucapan, temukan kalimat itu, baca, berbuat dan sebagainya.

Dengan latihan melafalkan kartu-kartu huruf yang telah disusun menurut Hidayat dkk ( 1980 ), akan melatih siswa mengucapkan bunyi-bunyi bahasa ( vocal, konsonan, dialog dan cluster ) sesuai dengan daerah akulturasinya.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan kemampuan membaca ?
  2. Apa yang dimaksud dengan kesulitan membaca ?
  3. Adaberapa macam jenis kesulitan membaca yang dihadapi anak SD ?:

2

  1. Faktpr-faktor apa saja yang mempengaruhhi kesulitan belajar membaca ?
  2. Bagaimana caranya mengatasi anak SD yang mengalami kesulitan belajar        membaca permulaan ?

C. Tujuan

v  Untuk memberikan informasi bahwa setiap siswa mempunyai latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan alat peraga yang berbeda dengan siswa umumnya.

v  Sebagai sumbangan ilmiah bagi pekembangan pembelajaran khususnya dalam menangani siswa berkesulitan membaca permulaan.

v  Memberikan mesukan kepada guru, Kepala Sekolah, dan Ornag tua siswa dalam memecahkan masalah membaca permulaan.

v  Memberi motivasi kepada siswa agar dapat mengatasi kekurangannya.

D. Sistematika

Untuk mengetahui dan memahami karya ilmiah ini, penulis menyampaikan sistematika penulisan sebagai berikut :

  1. Halaman Judul
  2. Halaman Pegesahan
  3. Halaman Motto
  4. Halaman Persembahan
  5. Kata Pengantar
  6. Daftar Isi
  7. Halaman Abstrak
  8. Bab I   : Pendahuluan
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Rumusan Masalah
    3. Tujuan Penulisan
    4. Manfaat Penulisan
    5. Sistematika

3

  1. Bab II  : Pembahasan
    1. Hakekat Kemampuan Membaca
    2. Hakekat Membaca
    3. Hakekat Membaca Permulaan
  1. Pengertian Tentang Kesulitan Belajar Membaca
  2. Tinjauan Tentang Kartu Huruf Berwarna
  3. Jenis Kesulitan Membaca
  4. Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Membaca
  5. Pemecahan Masalah
  6. Bab III : Penutup
    1. Kesimpulan
    2. Saran
    3. Daftar Pustaka

4

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakekat Kemampuan Membaca

Kemampuan diartikan kesanggupan, kecakapan, kekuatan seseorang untuk melakukan sesuatu ( KBBI, 1980 : 553 ). Sedangkan membaca artinya melihat serta memahami isi dari aapa yang tertulis dengan cara melisankan / melafalkan atau dalam hati.

Jadi kemampuan membaca adalah kemampuan, kesnggupan, kecakapan atau kekuatan siswa SD untuk melisankan dan memahami isi suatu bacaan dengan lafal atau intonasi yang benar.

B.Hakekat Membaca

Mata pelajaran Bahasa Indonesia menyajikan empat ketrampilan berbahasa yang meliputi ketrampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara (Kurikulum Pendidikan Dasar ).

Menurut A.S. Broto dan M. Abdurrahman ( 1995:171 ) “membaca merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan, tetapi ternyata tidak mudah untuk menjelaskan hakekat membaca. Membaca bukan hanya mengucapkan bahasa lisan / lambing bunyi bahasa, melainkan juga menangani dan memahami isi tilisan. Dengan demikian hakekat membaca merupakan suatu bentuk komunikasi tulis.

Membaca merupakan aktivitas kompleks yang mencakup fisik dan mental. Aktivitas fisik seperti gereakan mata , mulut, sedangkan aktivitas mental mencakup ingatan dan pemahaman. Orang dapat membaca baik jika bagus secara fisik maupun mentalnya.

Menurut Sunardi ( 1997 : 16 ) materi membaca teknis dan membaca pemahaman.

1 ) Membaca Teknis

Yaitu proses decording / mengubah simbol-simbol huruf / kata menjadi sysem bunyi. Disebut juga pengenalan kata.

5

2 ) Membaca Pemahaman

Meliputi 5 komponen yaitu :

  1. Pengembangan kosakata
  2. Pemahaman literal, yaitu memahami dan mengingat informasi yang tersurat dalam wacana.
  3. Pemahaman inferensial, yaitu penarikan kesimpulan dari informasi yang tersurat berdasarkan pengalamannya.
  4. Membaca kritis dan evaluatif, yaitu memberikan penelitian matei wacana berdasarkan pengalaman dan kriterianya sendiri.
  5. Apresiasi, yaitu menyangkut kepekaan emosi dan estetik ( seni ) anak atas materi wacana.

C. Hakekat Membaca Permulaan

Pengertian membaca permulaan adalah tahapan proses belajar membaca siswa Sekolah Dasar Awal. Disini siswa belajar memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca dan menangkap isi bacaan dengan baik.

Menurut Anderson ( 1972 : 209 ) membaca permulaan dalam teori ketrampilan, maksutnya menekankan pada proses penyandian membaca secara mekanikal. Membaca permulaan yang menjadi acuan adalah membaca merupakan proses recording dan decording.

Tujuan membaca permulaan di kelas 1 adalah agar siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sderhana dengan lancar dan tepat.

D. Pengertian Tentang Kesuitan Belajar Membaca

Kesulitan belajar membaca sring disebut disleksia ( dyslexia ). Menuut marcer yang dikkutip M. Abdurrahman ( 1996 : 174 ), bahwa dyslexia sebagai suatu sindroma kesulitan dalam mempelajari komponen-komponen kata dan kalimat, mengintegrasikan komponen-komponen kata dan kalimat, dan dalam belajar segala ssuatu yang berkenaan dengan waktu , arah, dan masa.

6

Menurut M.abdurrahman kesulitan membaca permulaan ( 1996: 17 ) antara lain :

  1. penghilangan kata / huruf
  2. penyelipan kata
  3. penggantian kata
  4. pengucapan kata salah dan tak maknanya berbeda
  5. pengucapan kata salah tetapi maknanya sama
  6. pengucapan kata salah dan tak bermakna
  7. pengusapan kata dengan bantuan guru
  8. pengulangan
  9. pembalikan kata
  10. pembalikan huruf
  11. kurang mmperhatikan tanda baca
  12. pembetulan sendiri
  13. ragu-ragu, dan
  14. tersendat-sendat

E. Tinjaun Tentang Kartu huruf Berwarna

Kartu dalam KBBI, Balai Pustaka ( h.448 ) adalah kertas tebal yang bebentuk persegi panjang. Sedangkan huruf KBBI, Balai Pustaka ( h.362 ) adlah tanda aksara atau tata tulis yang merupakan abjad yang melambangkan bunyi bahasa dan aksara. Warna menuru KBBI, Balai Pustaka ( h.1008 ) berati kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan benda-benda yang dikenainya.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kartu huruf berwarna adalah jenis kertas yang brukuran tebal dan berbentuk persegi panjang yang ditulisi atau ditandai dengan unsure abjad atau huruftertentu dan berwarna sehingga dengan warna yang brbeda dapat melambangkan bunyi huruf tertentu.

Kartu huruf bewarna merupakan salah satu alat bantu pembelajaran yang termasuk dalam katagori Flash Card.

7

F. Jenis Kesulitan Membaca

Menurut Wardani ( ttg : 57 ) jenis- jenis kesulitsn membaca meliputi :

1.tidak dapat membedakan huruf b dan d, h dan k, d dan p. jika demikian maka anak tidak dapat membaca sesuai dengan bunyinya.

2. tidak dapat mengucapkan kata dengan benar, misalnya : kata ibu diucapkan ibuk, sila diucapkan silah. Selain itu juga tidak mampu mengucap dengan benar karena kelainan alat ucap, misalnya tidak mampu mengucap r.

3.Mellompati bagian yang harus dibaca karena  tidak mampu memindahkan mata dari kiri ke kanan dengan teratur. Misalnya “ibu Tuti membawa piring”, di baca “ibu membawa piring”, karena kata “Tuti” lepas dari tangkapan mata.

4. Membaca dengan menghafal, yaitu anak hanya membac sesuai dengan hafalan tnpa melihat tulisan.

5. Kesulitan dalm intonasi, karena anak belum paham tanda baca yang utama seperti titik dan koma. Akibatnya anak tidak dapat mengatur tinggi rendahnya suara dan membaca terus dari awal sampai akhir tanpa berhenti.

G. Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Membaca

Menurut M.Shodiq (1994 : 57 ), faktor yang mempengaruhu kesulitan belajar membaca adalah faktor individu siswa, kebiasaan belaja, factor bimbingan, factor sumber belajar dan factor keluarga atau lingkungan.

Menurut peneliti factor-factor tersebut pada dasarnya juga dapat menjadi factor ynag mempengaruhi factor belajar membaca. Secara garis besar, factor-factor terseubut antara lain :

  1. Faktor individu siswa yang mencakup intelegenci, kemempuan sensori, kemampuan memusarkan perhatian, keturunan, motivasi dan minat.
  2. kebiasaan belajar meliputi : lama, intensitas, dan kedisiplinan belajar.
  3. factor bimbingan yang meliputi : pendekatan, metode, kapabilitas, dan kompetensitas pembimbing dalam melaksanakan bimbingan.
  4. factor sumber belajar mencakup : buku, alat peraga, sarana dan prasarana belajar.
  5. factor lingkungan mencakup : keluarga, ssekolah an masyarakat.

8

H. Pemecahan Masalah

Anak yang mengalami kesulitan membaca mempunyai kemampuan membaca yang rendah sehingga prestasi belajar ssemua bidang akan rendah, pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kartu huruf berwarna diharapkan kemampuan membaca siswa yang berkesulitan membaca akan meningkat sehingga prestasi belajar semua mata pelajaran akan meningkat terutama pelajaran Bahasa Indonesia.

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir di atas, di duga dengan melalui alat peraga kartu huruf berwarna dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa sehingga meningkatkan pula prestasi semua mata pelajaran.

Kartu huruf berwrna merupakan alat peraga praktis dan menarik bagi kalangan anak-anak khususnya anak berkesulitan membaca yang sangat membutuhkan rangsangan untuk memicu kemampuan belajarnya khususnya kemampuan membaca permulaan.

Glen Doman ( 1991 : h.1554 ) menyatakn bahwa dalam mempelajari anak membaca semua metode mempunyai 3 persamaan penting, yang perlu diperhatikan adalah:

  1. setiap metode yang digunakan untuk mengajar anak kecil membaca selalu berhasil.
    1.  Setiap metode menggunakan huruf berukuran besar.

Huruf yang digunakan dalam pelajaran membaca permulaan terdiri atas 26 huruf yang terbagi atas 5 huruf vokal dan 21 huruf konsonan, yang ddalam pembuatannya agar menarik , huruf dibuat warna-warni, huruf-huruf yang memiliki kemiripan misalnya b, d, p dan q .

Berikut adalah huruf ( abjad ) yang dipakai dalam pelajaran Bahasa Indonesia dalam bukunya Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia oleh Prof.Dr.H.G Tarigan (1984;12)

No

Huruf

Nama

1

Aa

aa

2

Bb

bb

3

Cc

cc

9

4

Dd

dd

5

Ee

ee

6

Ff

ff

7

Gg

gg

8

Hh

hh

9

Ii

ii

10

Jj

jj

11

Kk

kk

12

Ll

ll

13

Mm

mm

14

Nn

nn

15

Oo

oo

16

Pp

pp

17

Qq

qq

18

Rr

rr

19

Ss

ss

20

Tt

tt

21

Uu

uu

22

Vv

vv

23

Ww

ww

24

Xx

xx

25

Yy

yy

26

Zz

zz

Langkah-langkah Pembelajaran Mengunakan Kartu Huruf Berwarna

  1. Siswa disuruh mengambil kartu huruf berwarna yang telah disediakan guru secara acak sesuai dengan perintah guru, siswa disuruh mengambil kartu huruf konsonan , vokal, konsonan, vokal hingga tersusun kata berpola KV-KV  kemudian siswa diminta membaca kata yang berbentuk demkian berulang-ulang untuk melatih kemampuan dan memperkaya kosa kata pada anak.

10

  1.  pada tindakan selanjutnya disiapkan kosa kata yng lebih rumit dan harus dibaca siswa, sehingga lebih menantang dan lebih membutuhkan perhatian dari siswa dan akhirnya disiapkan pula kalimat-kalimat berpola sederhana (SPO) yang harus dibaca siswa tanpa bantuan alat peraga kartu hhuruf berwarna.
  2. Kegiatan pada langkah kedua pada prinsipnya sama dengan langkah pertama hanya materi kosakata yang menjadi bahan belajar lebih rumit itu dimaksudkan untuk mmperkaya kosakata serta meningkatkan keterlatihan siswa dan pada akhirnnya menuju kalimat-kalimat sederhana dengan pola kalimat S-P-O.

11

 

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dalam pembelajaaran kelas rendah mungkin kita akan menemui siswa bermasalah dalam belajar, salah satunya adalah anak berkesulitan membaca permulaan. Hal ini dapat menggaanggu prestasi berlajar sisw adalam mengatasi masalah tersebut. Dengan menggunakan alat peraga Kartu Huruf Berwarna khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia akan memudahkan siswa berkesulitan membaca permulaan untuk meningkatkan kamampuan membaca dan secara otomatis kemampuan dalam bidang lain juga akan berkembang dengan baik.

B. SARAN

  1. Dalam proses belajar mengajar sebaiknya guru melakukan suatu tindakan untuk mengetahui kemampuan membaca anak didiknya kemudian membuat pemetaan terhadap anak-anak yang berkesulitan membaca.
  2. Gureu sebaiknya menggunakan metode belajar efektif pada anak misalnya dengan Kartu Huruf Berwarna.
  3. Guru sebaiknya menjalin kerjasama dengan orang tua anak didik agar tujuan pembelajaran dfapat tercapai dengan baik karena keluarga merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkebangan anak didik

12

DAFTAR PUSTAKA

Wardani.1992 Pengajaran BahasaIndonesiaAnak Berkesulitan Belajar.Jakarta: Depdikbud.

Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia.1998.Jakarta: Balai Pustaka.

Tarigan.1984. Membaca Menulis Permulaan.Jakarta: Depdikbbud.

Sodiq,M.1994.Kesulitan Membaca.Jakarta: Depdikbud.

A.Mulyono. 1995. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.Jakarta: Depdikbud.

Sunardi.1997. Menangani Kesulitan Belajar Membaca.Jakarta: Depdikbud.

13


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: